Home / Berita Daerah / Sosialisasi Program KB dengan Menggelar Seni dan Budaya

Sosialisasi Program KB dengan Menggelar Seni dan Budaya

Badan Kependudukan danBKKBN-RRI Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat kembali menggandeng Radio Republik Indonesia (RRI) dalam menyosialisasikan program KB kepada masyarakat. Kali ini, sarana sosialisasinya melalui pagelaran budaya dan seni bersama Paguyuban Mitra Dangu Siaran Sunda, di Hotel Citra Papan, Cipacing Kabupaten Bandung, Sabtu (14/12).

Gelar Seni dan Budaya BKKBN dengan RRI itu dihadiri Kasubdit Advokasi dan Pencitraan BKKBN Pusat Uung Kusmana, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar Uu Rukmana, Seniman Sunda H. Somali, Kasubbid Advokasi BKKBN Jabar Elma Triyulianti, dan perwakilan dari Danramil. “Kerjasama antara BKKBN dengan RRI tak hanya kali ini saja, tapi sudah dilakukan sejak dulu. Bahkan, antara kedua badan ini saling membantu, bisa dikatakan adik dan kakak,” tutur Uung Kusmana.

Uung mengatakan, bahwa BKKBN tak henti-hentinya melakukan inovasi dalam melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, salah satunya melalui pagelaran seni dan budaya yang tengah diselenggarakan. “Yang hadir kali ini juga tak hanya dari kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak, tapi juga dari para siswa turut hadir karena program KB tak hanya ditujukkan pada pasangan usia subur saja. Siswa dan remaja juga menjadi sasaran program kami melalui program generasi berencana atau Genre,” papar Uung.

Uung menerangkan, bahwa BKKBN memerlukan berbagai media untuk mensosialisasikan program. “Selain media elektronik, cetak dan online, media seni tradisional sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan sangat efektif dalam menyosialisasikan program KB,” ujarnya. Aplagi, lanjutnya, banyak yang menggemari pagelaran seni dan budaya.

BKKBN merasa yakin, melalui BKKBN-RRI 2media seni budaya daerah, program BKKBN bisa tercapai karena seni dan budaya mudah diterima oleh berbagai kalangan. “Meskipun program KB sudah mengalami peningkatan, tapi kami akan terus mensosialisasikan program melalui berbagai bidang,” jelas Uung.

Pada sesi bincang-bincang, Uung ditanya mengenai jenis-jenis alat kontrasepsi. Dengan tegas, ia menjawab bahwa masyarakat lebih banyak memahami jenis alat kontrasepsi untuk perempuan saja, sementara untuk laki-laki masih banyak yang belum memahaminya. “Dalam keluarga, tugas seorang ibu itu banyak disamping harus melahirkan, menyusui, mengasuh, dan membesarkan. Sementara keluarga merupakan tugas bersama antara seorang ayah dan ibu,” paparnya.

Oleh karena itu, sambung Uung, kalangan pria juga harus ikut andil dalam penggunaan alat kontrasepsi. “Alat kontrasepsi untuk pria ada kondom dan MOP, sudah saatnya kalangan pria juga menggunakan alat kontrasespi. Masa semuanya harus ditanggung oleh wanita,” ujarnya. (RDN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top