Home / Berita Daerah / Pria MOP Lebih Fit, Keluarga Makin Harmonis

Pria MOP Lebih Fit, Keluarga Makin Harmonis

Yoyo Suwaryo, Ketua Paguyuban MOP Kabupaten Bandung "Pasundan". (DOK. DUAANAK.COM)

Yoyo Suwaryo, Ketua Paguyuban MOP Kabupaten Bandung “Pasundan”. (DOK. DUAANAK.COM)

BANDUNG – DUAANAK.COM

Bukti nyata manfaat KB metode operasi pria (MOP) datang dari penuturan salah seorang motivator sekaligus Ketua Paguyuban MOP Kabupaten Bandung “Pasundan” Yoyo Suwaryo. Pensiunan militer berusia 67 ini menegaskan tak pernah mengalami efek samping sejak menjalani MOP pada 1994 silam. Sebaliknya, selama 20 tahun menjalani keseharian serasa lebih fit.

“KB pria ini praktis, ekonomis, dan bikin harmonis. Yang menjadi peserta KB pria itu memiliki tenaga fit, gairah seks tinggi, dan awet muda. Betul itu. KB pria itu membuat keluarga lebih harmonis,” kata Yoyo di sela pelayanan KB MOP di Pangkalan Udara (Lanud) Sulaiman, Bandung, 22 Desember 2014 lalu.

Warga Kampung Girang RT 5 RW 15, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung ini mengaku enjoy terlibat aktif dadalam Paguyuban MOP. Alasannya sederhana, berbagi pengalaman untuk kemudian mengajak orang lain menjadi peserta KB. Berbagi pengalaman saja menjadi media efektif untuk mengedukasi calon peserta. Ini berbeda dengan para petugas KB yang belum menjalani MOP.

“Kalau yang mengajak belum ber-KB, itu impang siur. KB pria itu sangat riil. Tidak perlu neko-neko, cukup menceritakan pengalaman. Karena itu, saya berpesan kepada para Bapak yang sudah berkeluarga, mari kita ikut program KB,” ajak penerima penghargaan sebagai motivator KB Pria terbaik tingkat Jawa Barat dan nasional ini.

Efektivitas KIE ala paguyuban ini dirasakan betul oleh Sofyan, warga Katapang, Kabupaten Bandung. Bapak tiga anak ini memutuskan menjalani MOP setelah mempertimbangkan pilihannya selama tiga bulan. Selama tiga bulan itu Sofyan getol bertanya kepada mereka yang sudah terlebih dahulu menjalani MOP, terutama mengenai efek samping vasektomi.

“Sebagai sopir angkutan kota, saya ingin anak saya nanti tidak sampai mengikuti jejak orang tuanya menjadi sopir lagi. Saya berharap mereka menjadi orang sukses. Karena itu, saya ingin memberikan yang terbaik buat mereka. Penghasilan sopir angkot bisa dihitung lah, berat untuk menghidupi lebih dari tiga anak. Makanya saya memutuskan ikut MOP agar tidak punya anak lagi,” kata Sofyan.

Pria bertato ini mengaku mendapatkan informasi mengenai MOP setelah tiga bulan lalu mengikuti sosialisasi di kantor kecamatan. Sofyan sempat beberapa kali batal mengikuti MOP karena belum yakin untuk memutus alur reproduksinya. Setelah bertanya sana-sini plus pendekatan dari Pabuyuban MOP “Pasundan” akhirnya Sofyan bulat datang ke Lanud Sulaiman bersama sejumlah koleganya sesama penarik angkot.(NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top