Home / Berita Daerah / Pos KB KBB Siap Sukseskan BKB HI

Pos KB KBB Siap Sukseskan BKB HI

Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) di Jawa Barat. (DOK. BKKBN JABAR)

Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) di Jawa Barat. (DOK. BKKBN JABAR)

NGAMPRAH – DUAANAK.COM

Untuk keseimbangan pertumbuhan dan perkembangan balita di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Forum Pos KB KBB siap mensukseskan program Bina Keluarga Balita (BKB) Holistik Integratif  yang akan diluncurkan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) KBB pada 2015 mendatang. Untuk menyukseskan  program tersebut, Forum Pos KB KBB sudah mempersiapkan 169 kader di setiap desa

Ketua Forum Pos KB KBB Komariah menjelaskan, para kader akan memberikan penyuluhan kepada orang tua. Hal ini penting untuk memberikan pengetahuan kepada orang tua tentang bagaimana pola asuh orang tua untuk pertumbuhan dan perkembangan anak balita.

“Bagaimana upaya-upaya kita menyampaikan pola asuh orang tua terhadap balita agar anak itu bisa tumbuh seimbang antara perkembangan dan pertumbuhannya. Usia 0-5 tahun itu adalah masa emas perkembangan dan pertumbuhan anak,” kata Komariah kepada Pasundan Ekspres usai rapat rutin evaluasi tahunan di Aula Kantor BP3AKB Komplek SKPD Mekasari Ngamprah, pekan kemarin.

Komariah menjelaskan, sebelumnya BKB terpisah dengan program-program  lain seperti pos pelayanan terpadu (posyandu) maupun pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada 2015 mendatang, pihaknya akan mengintegrasikan program BKB dengan program Posyandu maupun PAUD. Saat ini KMM memiliki 400 kelompok BKB binaannya yang sudah siap ikut menyukseskan BKB Holistik Integratif (HI).

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera BP3AKB KBB Masrur mengatakan, untuk menyukseskan porgram BKB HI tersebut pihaknya sudah melakukan pembinaan dan upgrading materi penyuluhan terhadap Pos KB. “Kita sudah membina pos KB supaya ada penyuluhan kepada orang tua tentang bagaimana orang tua hebat,” terang Masrur.

Masrur menjelaskan, esensi BKB HI adalah program penyuluhan orang tua untuk mengetahui pola asuh anak 0-5 tahun. Pada usia tersebut, sambut dia, anak merekam seluruh perilaku dan peristiwa dari orang tuanya. Rekaman itu yang akan menjadi sebuah frame dan melahirkan perilaku baru dari anak tersebut.

“Sering orang tua tidak sadar bahwa semua perilakunya ditiru oleh anaknya,” jelasnya.(ASEP IMAM/IPKB KBB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top