Home / Berita Daerah / Pagi Ini, 22 Ribu Perempuan Subang Ikuti Senam Serviks

Pagi Ini, 22 Ribu Perempuan Subang Ikuti Senam Serviks

Ketua TP PKK Kabupaten Subang Dewi Ojang Sohandi (DUAANAK.COM)

Ketua TP PKK Kabupaten Subang Dewi Ojang Sohandi (DUAANAK.COM)

SUBANG-DUAANAK.COM

Bakal ada yang superheboh di Alun-alun Subang pada pagi ini, Kamis 24 April 2014. Sekitar 22 ribu perempuan dari berbagai penjuru di Kabupaten Subang bakal tumpah ruah di jantung kota Subang. Adalah Tim Tenggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Subang yang memprakarsai senam sekaligus kampanye pencegahan kanker serviks atau kanker leher rahim tersebut.

“Kanker serviks menjadi ancaman serius bagi kaum perempuan. Setiap tahunnya sekitar 15 ribu perempuan Indonesia terkena kanker serviks. Kanker mulut rahim ini membutuhkan deteksi dini karena kanker mematikan ini baru bisa diketahui setelah memasuki stadium lanjut,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Subang Dewi Ojang Sohandi di sela Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Tingkat Kabupaten Subang di kawasan wisata Cijambe, Subang, Rabu 23 April 2014.

Kekhawatiran Dewi makin menjadi-jadi manakala Nyonya Bupati ini mendapati kasus meninggalkan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Subang yang meninggal setelah sebelumnya digerogoti kanker serviks. Kasus serupa juga menimpa seorang petugas lapangan keluarga berencana (PLKB).

“Bayangkan, mereka yang seharusnya paham dengan bahaya kanker serviks saja masih terkena serangan. Bagaimana dengan para ibu di desa-desa yang akses terhadap informasi maupun layanan kesehatan masih rendah? Karena itu, kita perlu bergerak bersama-sama memerangi kanker serviks. Beberapa upaya yang bisa dilakukan dengan mencegah perkawinan usia muda dan penggunaan pembalut sehat pada saat menstruasi,” ujar Dewi menggebu-gebu.

Di sisi lain, Dewi juga mengajak para ibu untuk aktif melakukan pemeriksaan pap smear. Langkah ini diyakini menjadi salah satu langkah efektif untuk mendeteksi kanker serviks. Dengan diketahui lebih dini, maka langkah penanganannya bisa diambil lebih cepat. Nah, pemeriksaan pada pagi ini pula pap smear bisa dilakukan di arena senam massal kampanye melawan kanker serviks dilakukan.

“Selain senam massal, acara yang rencananya akan didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia ini juga akan dilaksanakan pemeriksaan pap smear. Juga akan diperkenalkan pembalut sehat bagi perempuan menstruasi. Pemilihan pembalut ini penting karena pada umumnya material pembalut berasal dari kertas daur ulang yang diberi pemutih. Material berpemutih yang bercampur dengan darah haid menjadi medium efektif bagi penyebaran kanker serviks,” kata Dewi.

Tak berhenti hari ini, Dewi berencana turut memberdayakan tenaga lini lapangan program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) untuk turut ambil bagian dalam upaya pencegahan kanker serviks. Caranya, kader yang tersebar di desa-desa ini akan dilibatkan dalam kegiatan wirausaha berupa pendistribusian pembalut sehat.

Dengan cara begitu, ibu muda ini berharap para perempuan mampu memberdayakan diri dalam keluarga maupun masyarakat. Pemberdayaan ini pada akhirnya akan mampu meningatkan kesejahteraan keluarga yang kemudian bersama-sama membangun keluarga berkualitas. (NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top