Home / Berita Daerah / Karena Celana Dalam Itu Penting

Karena Celana Dalam Itu Penting

condom2_1x

Ada yang menarik dari pernyataan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Siti Fathonah saat memberikan sambutan di hadapan masyarakat Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Selasa (24/9) siang. Fathonah yang getol mendampingi bidan saat memberikan pelayanan pap smear dan IUD mengaku terenyuh ketika menyaksikan pelayanan.

Apa yang membuat Fathonah terenyuh? Ternyata bukan soal cerita ibu-ibu yang ketakutan atau kesakitan, melainkan soal celana dalam para ibu. Menurutnya, alasan itu yang kemudian menjadikannya terpanggil untuk memberikan paket celana dalam bagi peserta baru program keluarga berencana (KB). Tiap peserta baru KB yang dilayani selama kegiatan Pekan Gebyar Jabar Tengah.

“Bapak-bapak, tahu kan jumlah lubang dalam celana dalam laki-laki? Tentu jawabannya ada tiga kan. Dua untuk kaki, satu untuk perut. Nah, tahu nggak lubang celana dalam ibu-ibu? Bapak dan Ibu, pengalaman saya menyaksikan pelayanan pap smears, ternyata lubang celana dalam ibu-ibu itu lebih dari tiga. Banyak ibu rela menggunakan celana dalam yang sudah bolong-bolong. Pasti Bapak-bapak tidak tahu karena memang tidak pernah memperhatikan,” kata Fathonah.

Kaum ibu, sambung Fathonah, biasanya sangat sangat telaten memperhatikan celana dalam suaminya. Bila mengetahui celana dalam suaminya bolong, ibu-ibu dengan senag senang hati menggantinya alias membelikan celana dalam baru. Sementara celana dalamnya sendiri dibiarkan bolong-bolong. “Sementara bapak tidak pernah membeoikan celana dalam kan?” ujar Fathonah disambut aplause para ibu yang hadir di halaman Balai Desa Cibingbin.

Di sisi lain, kebiasaan perempuan dari kalangan tidak mampu pada umumnya menggunakan celana dalam selama 24 jam. Kebiasaan ini bisa memicu alat reproduksi perempuan kotor hingga berjamur. Tentu ini tidak baik baik kesehatan ibu.

“Yang rugi juga Bapak-bapak, kan?” ujar Fathonah tersenyum.

Alasan itulah yahg kemudian mendorong Fathonah inisiatif menyertakan celana dalam dalam paket pelayanan KB selama rangkaian Pekan Gebyar Jabar Tengah. Setiap peseta baru KB akan mendapat tiga lembar celana dalam, dengan harapan celana dalam tersebut bisa digunakan secara bergantian. Celana dalam pertama digunakan pagi hingga sore, celana dalam berikutnya digunakan sore hingga pagi hari.

“Nah, ketika dua celana dalam dicuci, ibu bisa menggunakan celana dalam satunya lagi. Begitu seterusnya sampai sekitar enam bulan kemudian. Berarti selama itu pula kesehatan alat reproduksi itu tetap sehat, terlindungi dari penyakit. Celana dalam itu penting. Pada dasarnya kita semua menyadarinya. Sayangnya tidak ada yang peduli,” kata Fathonah. (NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top