Home / Berita Daerah / Indramayu Kedodoran Penuhi Target Vasektomi

Indramayu Kedodoran Penuhi Target Vasektomi

Bidik 1 Desa 1 MOP, Garap Khusus 6 Kecamatan

Seorang pria menjalani vasektomi di mobil pelayanan KB. (DOK. WARTAKENCANA)

Seorang pria menjalani vasektomi di mobil pelayanan KB. (DOK. WARTAKENCANA)

INDRAMAYU – DUAANAK.COM

Vasektomi alias metode operasi pria (MOP) rupanya belum familiar di masyarakat. Sulit benar mendorong kaum pria untuk menjadi peserta program keluarga berencana (KB). Hal itu pula yang terjadi di Kabupaten Indramayu. Dari target “hanya” 124 orang sepanjang tahun, kabupaten pesisir utara Pula Jawa ini baru memenuhi 32 peserta saja.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana mengaku kedodoran mengejar 92 peserta baru MOP sampai akhir tahun. Edi pun mengaku terus mengingatkan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dan lini lapangan lainnya untuk menggenjot pencapaian peserta KB, terutama MOP.

“Setiap staf meeting terus diingatkan bahwa core KB itu peserta KB. Kalau PLKB tidak mendapatkan peserta KB itu bukan PLKB. Setiap bulan harus lihat PPM, berarti setiap bulan harus dapat berapa,” kata Edi saat ditemui usai pertemuan sosialisasi program KKBPK bagi pengelola dan mitra kerja BPPKB Kabupaten Indramayu di Indramayu pekan kemarin.

Edi menjelaskan, dari total perkiraan permintaan masyarakat (PPM) atau target peserta baru (PB) KB tahun 2014 sebanyak 82.661 orang, 124 di antaranya merupakan MOP. Jumlah ini tentu tak seberapa karena hanya sekitar 0,15 persen dari total PPM. Sampai September lalu, peserta KB baru di Indramayu mencapai 58.780 orang atau mencapai 80,35 persen dari total PPM 2014.

Adapun total peserta aktif KB Kabupaten Indramayu sampai September 2014 sebanyak 391.765 orang. Jumlah ini setara dengan 76,24 persen dari 513.853 pasangan usia subur (PUS). Pencapaian PA juga jauh melampaui target yang dipatok sebanyak 302.860 orang, perseisnya 129,36 persen dari target PPM.

“Pencapaiannya sudah bagus, CU/PUS sudah 76 persen. Permasalahannya pada proporsi MKJP, terutama MOP. Dibanding PA keseluruhan, MOP baru 0,05 persen, sangat kecil. Karena itu, sekarang mulai digalakkan agar PLKB getol mengajak pria ber-KB. Paling tidak ada satu orang peserta MOP dari setiap desa di Indramayu. Bila ini terlaksana, maka pencapaian MOP ini jauh melampui target karena ada 300 desa di Indramayu,” ungkap Edi.

Kepala BPPKB Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana. (DOK. DUAANAK.COM)

Kepala BPPKB Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana. (DOK. DUAANAK.COM)

Disinggung mengenai alasan kedodorannya MOP, Edi berdalih pihaknya kurang memberi penekanan pada target MOP. Untuk itu, sampai akhir tahun mendatang Edi terus mengintensifkan KIE bagi kaum pria agar mau ber-KB. Mendukung langkah tersebut, Edi tak sungkan menunda kenaikkan pangkat PLKB maupun pengelola lini lapangan lain manakala target PB atau PA belum sesuai harapan.

Edi merinci lebih jauh, 32 peserta MOP tidak tersebar merata di setiap kecamatan. Boro-boro satu desa satu MOP, 15 kecamatan di Indramayu tak satu pun terdapat peserta vasektomi. Satu-satunya kecamatan yang sukses melampaui target MOP yang hanya empat orang adalah Kecamatan Kandanghaur, sebanyak enam orang. Sisanya rata-rata satu MOP, paling banter tiga orang.

Menghabiskan tahun 2014, rencananya BPPKB Kabupaten Indramayu bakal melakukan penggarapan khusus (Rapsus) di enam kecamatan yang pencapaian PB maupun PA masih minus. Rencananya, BPPKB bakal mengerahkan segenap sumber daya selama tiga hari di enam kecamatan tersebut. Setiap kecamatan mendapat jatah satu hari KIE intensif dan satu hari pelayanan terpusat. Dengan begitu, Edi optimistis bisa menutup tahun dengan tenang.(NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top