Home / Berita Daerah / Hadapi Hari Tua, Persiapkan SDM Perempuan

Hadapi Hari Tua, Persiapkan SDM Perempuan

SDM PerempuanPerhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tak hanya terfokus pada pasangan usia subur (PUS) saja, penduduk lanjut usia atau lansia juga menjadi perhatian serius BKKBN dengan memberikan pelayanan kesehatan terhadap kaum lansia terutama perempuannya. “Karena perempuan lebih memiliki tanggung jawab penuh terhadap anak-anaknya,” kata Kasi Penyiapan Fasilitas Kebijakan Kependudukan BKKBN Pusat Dian Irawati dalam acara Sosialisasi Draft Model Kependudukan Jawa Barat, yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (BP3AKKB) Jabar, di Hotel Bumi Asih Jaya Bandung, Rabu (11/12).

Tetapi, lanjut Dian, yang bisa BKKBN lakukan hanya sebatas pelayanan kesehatan. “Sebenarnya tugas BKKBN dalam hal ini mengambil tindakan kuratif, yaitu mempersiapkan kaum perempuan sedari remaja dalam menghadapi hari tuanya kelak,” jelasnya. Tindakan kuratif tersebut dengan mendorong pendidikan bagi remaja putri, mengurangi pernikahan usia dini, meningkatkan kualitas SDM perempuan sebagai persiapan menghadapi lansia, promosi kesiapan menghadapi hari tua, dan berbagai upaya lainnya.

Dian mengatakan, bahwa saat ini masih banyak lansia perempuan memiliki anak yang masih remaja, sehingga tanggungjawabnya berada di pundak orangtua tersebut. “Kejadian tersebut kebanyakan dialami oleh janda yang sudah lansia. Karena janda, dia harus menghidupi anaknya yang belum bisa hidup secara mandiri,” terangnya. Beban yang dianggung oleh janda, kata Dian, akan semakin berat.

Menurut Dian, hal itu akan berbeda bila lansia perempuan terutama janda sudah memiliki penghasilan dari usaha yang dibangunnya sejak awal. “Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan kualitas SDM yang akan masuk kelompok lansia di masa mendatang, yaitu kualitas SDM saat ini yang masih di kelompok usia remaja,” papar Dian.

Dengan mempersiapkan perempuan yang nantinya akan menjadi lansia, bukan berarti lansia yang saat ini dihadapkan pada persoalan ekonomi diabaikan begitu saja. “Strategi yang dilakukan BKKBN juga adalah dengan melakukan promosi program lansia penduli, peningkatan peran lansia, dan pengembangan lansia untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” jelas Dian. Tujuannya, sambung Dian, agar anak-anak mereka yang menjadi tanggungannya bisa terbantu. (RDN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top