Home / Berita Daerah / Bupati Ciamis Bangga Masuk Tiga LPP Terendah

Bupati Ciamis Bangga Masuk Tiga LPP Terendah

Sambut Hari Keluarga, BKBPMD Ciamis Gelar LCC dan Permatasanda

Suasana kegiatan Permatasanda Kabupaten Ciamis. (MAMAY/IPKB CIAMIS)

Suasana kegiatan Permatasanda Kabupaten Ciamis. (MAMAY/IPKB CIAMIS)

CIAMIS – MEDIA BANGSA

Bupati Ciamis Iing Syam Arifin mengungkapkan kebanggaannya daerah yang dipimpinnya memiliki laju pertumbuhan penduduk (LPP) rendah. Bahkan, Kabupaten Ciamis masuk dalam tiga daerah dengan LPP terendah di Jawa Barat. Mengacu pada hasil Sensus Penduduk (SP) 2010, Kabupaten Ciamis mencatat LPP 0,47 persen. Adapun dua terendah adalah Kabupaten Majalengka dan Indramayu, masing-masing 0,40 persen dan 0,46 persen.

“Program keluarga berencana di Kabupaten Ciamis menunjukkan perkembangan menggembirakan. Ini ditandai dengan LPP rendah, hanya 0,47 persen per tahun. Begitu juga angka kelahiran cenderung menurun setiap tahun. Hal ini merupakan hasil kerja keras dan kerjasama semua pemangku kebijakan termasuk para kader KB yang pada akhirnya akan turut meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat,” kata Iing saat membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Permatasanda bagi Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP) di Taman Raflesia, Alun-alun Ciamis, Kamis (22/5). Lomba tersebut dihelat dalam rangka peringatan Hari Keluarga tingkat Kabupaten Ciamis.

Iing berharap lomba bukan hanya mencari kejuraan, melainkan proses pembekalan dan wadah sosialisasi karena program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) terus mengalami perubahan paradigma sesuai dengan tuntutan zaman. Salah satunya menyangkut perubahan slogan dari “Dua anak lebih baik” kembali menjadi “Dua anak cukup”.

“Melalui Hari Keluarga kita tingkatkan kualitas keluarga dalam mewujudkan Indonesia sejahtera. Ini dimaksudkan sebagai wahana untuk membangkitkan kembali kemandirian nilai-nilai luhur suatu keluarga. Artinya, bahwa keluarga-keluarga di Indonesia khususnya di Kabupaten Ciamis mampu menjalankan fungsi-fungsi keluarganya secara optimal. Di samping itu, momentum ini bisa meningkatkan kepedulian kita para anggota keluarga mampu berperan sesuai fungsinya masing-masing baik sebagai ayah, ibu ataupun anak sehingga tercipta keluarga kecil bahagia sejahtera dan berkualitas,” tutur Iing.

Mantan wakil bupati era Engkon Komara ini menilai peran IMP tidaklah ringan karena bersama-sama dengan para PLKB merupakan pengelola program KB terdepan dan yang paling dekat dengan keluarga. Bukan hanya pendamping PLKB lebih dari itu peran kader telah menjadi pembina, pengayom dan penggerak kelompok dan masyarakat yang paling depan dalam program KB. Oleh karenanya kader KB senantiasa perlu mendapatkan bekal dan pengetahuan yang cukup tentang program KB khususnya, dan program-program pembangunan lainnya.

Kader, sambung dia, bukan hanya pemenuhan secara fisik material semata. Lebih dari itu, menuntut keandalan sumber daya manusia dalam bentuk pengetahuan yang baik mengenai program. Salah satu metode mengasah sekaligus kompetisi pengetahuan tersebut adalah melalui lomba cerdas cermat dan permatasanda.

Sementara itu, Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BKBPMPD) Kabupaten Ciamis Dondon Rudiana mengatakan, lomba cerdas cermat IMP merupakan salah satu agenda tahunan Kabupaten Ciamis. Tahun ini, LCC dan Permatasanda dikemas dengan label “Geder Simanis 2014”, yaitu Gerakan Kader Silaturahim Masyarakat Ciamis tahun 2014 melalui kegiatan Kajar Jakamita (Kader diajar jagoan kampung midang ka kota).

“Kegiatan ini bertujuan menyambungkan tali silaturahim bergembira dalam suasana cerita, di samping bertukar informasi dan pengetahuan tentang program-program yang dilaksanakan di wilayahnya masih-masing,” tutur Dondon.

Selain itu, terang Dondon, LCC maupun merupakan bahan evaluasi dan merupakan alat ukur keberhasilan pembinaan yang telah dilakukan para UPTD, PLKB maupun TPD sebagai pembina lapangan. Juga untuk meningkatkan para mitra kerja program kependudukan dan keluarga berencana yang sampai saat ini makin banyak secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Dondon berharap LPP dapat dikendalikan secara bermakna.

“Di sisi lain, Hari Keluarga merupakan bentuk apresiasi bagi para pengelola program kependudukan dan KB mulai dari tingkat lapangan serta meningkatkan peran keluarga melalui pelaksanaan delapan fungsi keluarga sebagai dasar ketahanan keluarga yang tangguh dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga,” bebernya.(MAMAY/DIAN/IPKB CIAMIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top