Home / Berita Daerah / BKBPMPD Ciamis Kini Jadi BKBPP

BKBPMPD Ciamis Kini Jadi BKBPP

Bupati Ciamis Janji Serius Perhatikan Progam KB

Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Sugilar bersama Bupati Ciamis Iing Syam Arifien dan Kepala BKBPP Ciamis Dondon Rudiana menyaksikan penandatangan surat perjanjian antara BKKBN Jawa Barat dengan TPD. (MAMAY/IPKB CIAMIS)

Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Sugilar bersama Bupati Ciamis Iing Syam Arifien dan Kepala BKBPP Ciamis Dondon Rudiana menyaksikan penandatangan surat perjanjian antara BKKBN Jawa Barat dengan TPD. (MAMAY/IPKB CIAMIS)

CIAMIS – DUAANAK.COM

Bupati Ciamis Iing Syam Arifien berjanji bakal lebih serius memperhatikan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) selama memimpin Kabupaten Ciamis. Janji ini muncul setelah Iing melihat tingginya laju pertumbuhan penduduk di kabupaten yang pada 2014 lalu diperkirakan dihuni 1.244.968 jiwa tersebut. Keseriusan itu diwujudkan dengan mengubah nomenklatur kelembagaan yang membidangi program KKBPK dari Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintahan Desa (BKBPMPB) menjadi Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP).

Iing menjelaskan, perubahan nomenklatur tersebut diatur melalui Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 14 tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang disahkan pada Januari 2015 lalu. “Saya berharap mudah-mudahan dengan nomenklatur tersebut program KB di Kabupaten Ciamis dapat dikelola lebih baik dan profesional serta memberikan manfaat yang  besar bagi pembangunan sumber daya manusia. Sehingga, apa yang kita cita-citakan dapat tercapai,” kata Iing di hadapan ratusan pengelola program KB lini lapangan di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Kamis 5 Maret 2015. Acara tersebut juga dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Sugilar.

Iing berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat menjalin sinergi optimal dengan dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat  dalam menangani program KKBPK di Kabupaten Ciamis. Khusus kepada para petugas lapangan KB (PLKB) dan tenaga penggerak desa (TPD) serta petugas lini lapangan lain lainnya, Iing mengajak untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat Ciamis berkualitas menuju kemandirian pada 2019 mendatang.

Bupati menjelaskan, saat ini memiliki luas wilayah 1.433,87 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk menurut hasil pendataan keluarga tahun 2014 sebanyak 1.244.968 jiwa. Jumlah ini tersebar di 26 kecamatan dan 265 desa. Dibandingkan dengan 2013 sebanyak 1.218.875 jiwa, sambung Iing, penduduk Kabupaten Ciamis mengalami penambahan 26.093 jiwa atau mengalami kenaikkan 2,09%.

“Sejak saat ini hendaknya program KB mendapat perhatian yang serius, dimana peningkatan jumlah penduduk tersebut diupayakan dapat terus dikendalikan. Jika dari tahun ke tahun penduduk terus bertambah, maka akan timbul berbagai permasalahan, terutama berkaitan dengan pembangunan. Program KB memiliki peran besar dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk, sebab pembangunan tanpa pengendalian penduduk akan sia-sia. Sebaliknya, pengendalian penduduk tanpa pembangunan tidak ada artinya,” tandas Iing.

Lebih jauh dia menjelaskan, program KB memberikan kontribusi besar bagi pembangunan, terutama dalam menekan angka kelahiran dan peningkatan sumber daya manusia. Program KB bukan hanya melayani kontrasepsi, melainkan juga bagaimana meningkatkan sumber daya manusia yang andal melalui kelompok-kelompok kegiatan, seperti bina keluarga balita (BKB), bina keluarga remaja (BKR), dan bina keluarga lansia (BKL).

Dia mencontohkan, peningkatan sumber daya manusia melalui generasi muda dilakukan melalui kelompok  pusat informasi dan konseling remaja (PIK Remaja). Melalui PIK tersebut remaja mendapat pembekalan materi tentang Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja), seperti HIV/AIDS, narkoba, dan seks bebas. Dalam hal meningkatkan taraf hidup keluarga, program KKBPK berperan melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).

“Jika saja masyarakat Kabupaten Ciamis paham akan hal tersebut dan ikut menjadi anggota, niscaya masyarakat Kabupaten Ciamis akan menjadi keluarga-keluarga yang sejahtera dan berkualitas,” tegas Iing.

Sayangnya, bergulirnya program KKBPK terhambat berkurangnya tenaga PLKB dan penyluh KB (PKB). Ini berdampak langsung pada menurunnya kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) program KKBPK. Iing mencontohkan, kunjungan rumah atau pembinaan keluarga kurang kontinyu. Kekurangan ini terobati dengan kehadiran TPD yang ada saat ini sebanyak 114 orang.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis menyambut baik kehadiran TPD. Kami warga Kabupaten Ciamis berterima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat yang telah menyediakan TPD, sehingga program KB di Kabupaten Ciamis dapat terlaksana dengan baik,” kata Iing.(MAMAY/IPKB CIAMIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top