Home / Berita Utama / Ternyata 57% Keluarga di Jabar Tak Punya Buku Nikah

Ternyata 57% Keluarga di Jabar Tak Punya Buku Nikah

Pangan mempelai menunjukkan buku nikah. (SOJAS21022012.WORDPRESS.COM)

Pangan mempelai menunjukkan buku nikah. (SOJAS21022012.WORDPRESS.COM)

BANDUNG – DUAANAK.COM

Fakta menyejutkan menyeruak di Jawa Barat. Sebuah penelitian yang dilakukan Indonesia Research Institute (IRI) menemukan adanya 57 persen keluarga responden tidak memiliki buku nikah. Bila hasil penelitian tersebut dianggap berlaku umum di Jawa Barat, berarti lebih dari setengah keluarga di Jawa Barat tidak memiliki buku nikah. Nah, lho!

Sebagian besar responden mengaku kesulitan dan tidak tahu mekanisme mendapatkan buku nikah. Padahal, administrasi kependudukan keluarga bermula dari buku nikah tersebut. Sebut saja misalnya pembuatan akta kelahiran anak, kartu keluarga, pembuatan dokumen pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Benar saja, 33 persen dari yang tidak punya buku nikah kesulitan mendapat pelayanan kesehatan. Sekitar 69 persen di antara mereka juga kesulitan mengurus administrasi kependudukan. Dan, ada 51 persen yang kesulitan mengurus pendidikan anak karena tidak punya memiliki akta kelahiran.

“Di beberapa tempat di Jawa Barat disinyalir masih terdapat budaya perkawinan tanpa tercatat resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Hal ini mempengaruhi variabel demografi, di antaranya variabel perkawinan dan perceraian maupun angka fertilitas total atau total fertility rate (TFR),” terang periset IRI, Tino Nugroho, belum lama ini.

Kesadaran untuk memiliki buku nikah bukan tak ada. Faktor pengetahuan, kemampuan membayar, kurangnya sosialisasi, tradisi masyarakat, dan lain-lain menjadi sebrek alasan tidak dimilikinya buku nikah. Padahal, mereka yang hidup bersama tanpa buku nikah merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Penelitian yang lima kabupaten dan kota di Jabar tersebut menunjukkan sekitar 70 persen pasangan tanpa surat nikah tidak nyaman.

Permasalahan umum pasangan tidak mencatat pernikahannya cukup beragam. Ada di antara mereka yang menikah karena “kecelakaan” atau hamil sebelum nikah. Atau, nikah di bawah umur, perempuan di bawah 16 tahun dan laki-laki di bawah 19 tahun. Ada juga janda atau duda tidak terlindungi alias pernikahan sebelumnya juga tidak punya buku nikah. Pemicu lainya karena tidak mampu membayar biaya pembuatan surat nikah.

“Sebagian besar pasutri (pasangan uami-istri) mengetahui dampak dari tidak memiliki buku nikah. Terlebih ketika berurusan dengan administrasi kependududkan atau berhubungan dengan kredit kendaraan, urusan bank, dan lain-lain. Namun, sebagian kecil tidak peduli karena pengurusan tersebut bisa dibuat secara cara instan dengan cara membayar tidak resmi atau nembak,” terang Tino.

Soal biaya cukup menarik. Tarif resmi pengurusan buku nikah jika memanggil petugas ke rumah adalah Rp 600 ribu. Sementara jika pengurusan dilakukan di KUA menjadi gratis. Kenyataannya, pasangan yang mengurus buku nikah harus mengeluarkan biaya Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Bagi keluarga miskin jelas angka tersebut tidak kecil. Terlebih bagi mereka yang kurang mengetahui manfaat buku nikah dalam keluarga.

“Temuan kami menunjukkan sebagian besar responden berpendidikan rendah tidak memiliki buku nikah. Sebaliknya, sebagian besar responden berpendidikan tinggi memiliki buku nikah. Dengan begitu, dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepemilikan buku nikah,” ungkap Tino.

Temuan lainnya, sebagian besar responden berpenghasilan kurang dari Rp 1,5 juta tidak memiliki buku nikah. Sebaliknya, lebih banyak responden berpenghasilan antara Rp 1,5 juta – Rp 3,5 juta memiliki buku nikah. Di sini tampak adanya hubungan signifikan antara pendapatan dengan kepemilikan buku nikah.

Lebih jauh lagi, ternyata sebagian besar responden yang tidak menjadi peserta KB tidak memiliki buku nikah. Dan, sebagian besar responden yang menjadi peserta KB memiliki buku nikah. “Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara kepesertaan KB dengan kepemilikan buku nikah,” pungkas Tino.(NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top