Home / Berita Utama / P2TP2A Jabar Gagas Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat

P2TP2A Jabar Gagas Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi. (DOK. DUAANAK.COM)

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi. (DOK. DUAANAK.COM)

BANDUNG – DUAANAK.COM

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat mengagas Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat (PABM)di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jumat 29 Agustus 2014. Acara ini dibuka Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima DUAANAK, P2TP2A menjelaskan, inisiasi pengasuhan berbasis masyarakat ini dilatarbelakangi bahwa fakta aktual menunjukkan telah terjadi kekerasan seksual pada anak di delapan kota dan kabupaten di Jawa Barat. Kedelapan daerah itu meliputi: Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Tasikmalaya. Kekerasan berlangsung secara massal maupun secara individu.

Dalam kasus tersebut, kekerasan dilakukan orang-orang yang tidak disangka secara akal sehat bahwa mereka akan mampu dan tega untuk melakukan kejahatan kekerasan.  Dari laporan yang masuk ke P2TP2A Jawa Barat, ternyata para pelaku adalah orang dekat seperti ayah tiri, guru ngaji, tetangga, kenalan di media sosial, ibu, dan guru sekolah formal.

“Anak-anak rentan terhadap segala bentuk kekerasan. Keluarga dan lingkungan yang semestinya menjadi pendukung untuk berkembang menjadi generasi unggul ternyata tidak mereka miliki. Keluarga yang tidak utuh menjadi sangat rentan terhadap permasalahan kekerasan, anak-anak dari ibu yang harus bekerja di luar kota atau di luar negeri sebagai buruh migran mengalami penelantaran dalam pengasuhan yang tidak jelas. Media elektronik dan media sosial tidak dapat dipergunakan secara cerdas dan banyak fakta lain yang menjadi ancaman bagi anak-anak,” tegas Hadadi.

Perangkat hukum telah memayungi dengan berbagai catatan oleh beberapa pihak untuk dikaji ulang, terutama berkaitan dengan sanksi atau hukuman yang ditimpakan pada pelaku. Apalagi, penegakan hukum terkadang masih belum berpihak pada korban. Kesulitan menyertakan orang untuk menjadi saksi juga merupakan satu fakta bahwa orang yang menyaksikan enggan untuk terlibat dalam permasalahan. Bukti dan saksi terkadang belum cukup untuk membuat keputusan hukum memberikan efek jera pada pelaku.

Berangkat dari fenomena dan tataran normatif di atas, maka  P2TP2A Jawa Barat membuat dua  hipotesis bahwa ketahanan keluarga merupakan solusi hulu dalam mengeliminasi tindak kekerasan pada anak dan partisipasi lingkungan eksternal menjadi pendukung fondasi kenyamanan dan ketenangan anak-anak. Kedua hipotesis tersebut perlu dikaji lebih jauh bahkan dibuktikan. Untuk itu, P2TP2A Jawa Barat menginisiasi kajian tentang PABMuntuk dapat diterapkan menjadi model pengasuhan yang akan menjadikan lingkungan ramah terhadap anak ditinjau dari sosiologi dan hukum.

Program inisiasi ini akan dilanjutkan dengan beberapa kegiatan sehingga alur dan efektivitas setiap kegiatan dapat dievaluasi mulai dari sosialisasi, penyusunan kajian dan penerapan di wilayah percontohan. Tahap awal merupakan sosialisasi inisiasi kajian pola PABMakan diisi keynote speaker Ketua P2TP2A Jawa BaratNetty Prasetiyani Heryawan, pakar SosiologiSri Sulastri yang memaparkan “Potret dan Problematika Keluarga di Jawa Barat Masa Kini”,  pakar hukum Yesmil Anwarmemaparkan “Penyadaran Hukum Dalam Kasus-Kasus Anak dan Perempuan”, dan Ketua Serikat Buruh Migran Jejen Nurjanah dengan paparan“Kondisi dan Masalah Pengasuhan Anak Keluarga Buruh Migran”.

Program Sosialisasi Inisiasi Kajian Pola PABMakan diikuti oleh  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dari 17 perguruan tinggi, Dinsos, Dinkes,Disdik, BKKBN,BP3AKB, Bangkesbangpol, BPPMD, Disnakertrans, BP3TKI, PKK Unit papa Polda, Babinsa, Danramil, Laha, LDAI All. Harapan dari kegiatan  “Inisiasi Kajian Konsep Pengasuhan Anak Berbasis Masyarakat di Jawa Barat” dapat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan secara masif oleh masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan fungsi dan perannya dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak secara utuh.(HUMAS PEMPROV JABAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top